Beranda / Artikel / Penjualan JETOUR September 2026 Naik 17%, Model PHEV T1 i-DM dan T2 i-DM Kuasai 70%
Artikel

Penjualan JETOUR September 2026 Naik 17%, Model PHEV T1 i-DM dan T2 i-DM Kuasai 70%

Tigor Sihombing
09 October 2026 14:09

Jakarta, Goodcar.id - Penjualan JETOUR Indonesia pada September 2026 mencapai 411 unit. 

Menariknya, hampir 70% dari total penjualan tersebut berasal dari dua model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yakni JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM. Angka ini memperlihatkan besarnya kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap penjualan merek asal China tersebut.

PT JETOUR Sales Indonesia mencatatkan retail sales sebanyak 411 unit pada September 2026, naik sekitar 17% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 351 unit. Dengan demikian, ada tambahan 60 unit penjualan dalam satu bulan.

Dari total tersebut, JETOUR T1 i-DM menyumbang 150 unit, sedangkan JETOUR T2 i-DM mencatatkan 138 unit. Jika digabungkan, keduanya membukukan penjualan 288 unit atau sekitar 70,1% dari total retail sales JETOUR sepanjang September 2026.

Artinya, sekitar tujuh dari setiap 10 unit JETOUR yang terjual pada periode tersebut berasal dari kedua model PHEV itu. Namun, data penjualan bulanan ini belum menjelaskan secara terperinci faktor yang mendorong konsumen memilih kendaraan elektrifikasi tersebut.

JETOUR T1 i-DM dan T2 i-DM Jadi Penopang Penjualan

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan kontribusi kedua model tersebut menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan perusahaan dalam pencapaian penjualan September 2026.

“Pencapaian pada September menjadi sinyal positif bagi JETOUR, terutama melihat semakin kuatnya kontribusi model i-DM terhadap penjualan kami. Dalam satu bulan, JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM menyumbang sekitar dua pertiga dari total retail sales kami. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan dengan teknologi Plug in Hybrid Electric Vehicle yang menawarkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari sekaligus fleksibilitas ketika membutuhkan perjalanan yang lebih jauh,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.

Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana JETOUR melihat teknologi PHEV sebagai salah satu daya tarik produknya. Meski demikian, anggapan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap PHEV merupakan penilaian perusahaan. Untuk memastikan tren pasar secara lebih luas, diperlukan data tambahan mengenai penjualan PHEV lintas merek dan preferensi konsumen.

Teknologi plug-in hybrid menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal. Baterai dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal, sehingga kendaraan berpeluang menempuh perjalanan harian dengan tenaga listrik, selama kapasitas baterai dan kondisi penggunaan mendukung.

Ketika daya baterai berkurang atau perjalanan membutuhkan jarak lebih jauh, sistem penggerak dapat memanfaatkan mesin bensin sesuai rancangan teknologi kendaraan. Konsumsi energi aktual tetap dipengaruhi jarak perjalanan, kebiasaan pengisian daya, kondisi jalan, dan gaya berkendara.

JETOUR T1 i-DM Mengandalkan Jarak Tempuh Listrik hingga 100 Km

JETOUR T1 i-DM ditawarkan sebagai SUV dengan pendekatan mobilitas yang menyasar penggunaan perkotaan, tetapi tetap memiliki fleksibilitas untuk perjalanan lebih jauh.

Model ini menggunakan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission dan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh.

Menurut spesifikasi yang disampaikan JETOUR, T1 i-DM mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer menggunakan tenaga listrik murni berdasarkan standar Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Cycle (WLTC).

Angka tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang memiliki rutinitas perjalanan harian dalam kota dan akses untuk mengisi daya di rumah atau tempat kerja. Namun, jarak tempuh aktual dapat berbeda dari hasil pengujian karena kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin kabin, kecepatan, dan faktor lainnya.

Dengan kontribusi 150 unit pada September 2026, JETOUR T1 i-DM menjadi model dengan penjualan tertinggi di antara kedua varian i-DM yang disebutkan perusahaan.

JETOUR T2 i-DM Tawarkan Karakter Adventure dan Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km

Berbeda dari T1 i-DM yang diarahkan untuk mobilitas urban, JETOUR T2 i-DM mengusung karakter adventure SUV dengan teknologi plug-in hybrid.

JETOUR T2 i-DM menggabungkan mesin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, transmisi 3 Speed Dedicated Hybrid Transmission, serta dua motor listrik atau dual electric motor.

Kombinasi komponen tersebut dirancang untuk memadukan tenaga listrik dengan mesin bensin dalam satu sistem penggerak. JETOUR menyebut T2 i-DM mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.

Klaim jarak tempuh tersebut perlu dibaca sesuai metode pengujian dan kondisi penggunaannya. Informasi mengenai siklus pengujian, kapasitas tangki bahan bakar, serta kondisi baterai saat pengukuran diperlukan untuk membandingkannya secara langsung dengan kendaraan lain.

Pada September 2026, T2 i-DM membukukan penjualan 138 unit. Jumlah itu berada 12 unit di bawah T1 i-DM, tetapi tetap memberikan kontribusi besar terhadap total penjualan perusahaan.

Penjualan Naik, Tantangan PHEV Tetap Ada

Kenaikan penjualan JETOUR dari 351 unit pada Agustus menjadi 411 unit pada September 2026 memberikan gambaran positif bagi kinerja perusahaan dalam periode tersebut. Namun, untuk menilai keberlanjutan pertumbuhan, diperlukan data penjualan beberapa bulan berikutnya, termasuk kontribusi masing-masing model dan perkembangan permintaan di berbagai wilayah.

Dominasi T1 i-DM dan T2 i-DM juga memperlihatkan pentingnya kedua model tersebut dalam portofolio JETOUR saat ini. Meski demikian, tingginya kontribusi penjualan satu bulan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa PHEV telah menjadi pilihan utama konsumen secara keseluruhan di Indonesia.

Bagi calon pembeli, kendaraan PHEV menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin memanfaatkan tenaga listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya publik. Di sisi lain, manfaat efisiensi sangat bergantung pada seberapa rutin baterai diisi, pola perjalanan, dan biaya energi yang digunakan.

Karena itu, angka penjualan September 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan JETOUR di pasar Indonesia. Perkembangan selanjutnya akan terlihat dari kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan sekaligus menjaga permintaan terhadap model elektrifikasinya.

Tags: JETOUR, penjualan JETOUR September 2026, JETOUR T1 i-DM, JETOUR T2 i-DM, mobil PHEV, SUV PHEV, mobil hybrid, mobil elektrifikasi Indonesia

Meta description: Penjualan JETOUR September 2026 naik 17% menjadi 411 unit. JETOUR T1 i-DM dan T2 i-DM menyumbang 288 unit atau sekitar 70% dari total penjualan.

Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id!

Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi mobil sudah diperiksa melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan untuk membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih yakin.

Tentang Goodcar dan GoodSpector

Goodcar, bagian dari Indomobil Group, adalah platform jual beli mobil bekas yang menyediakan layanan tukar tambah, pembelian mobil online dan offline, serta informasi harga mobil bekas yang transparan di Indonesia.

GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan untuk membantu calon pembeli mengetahui kondisi kendaraan sebelum melakukan transaksi.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua