Beranda / Artikel / JETOUR T2 Tunjukkan Kekuatan Struktur Bodi Jelang Mudik Lebaran, Tahan Beban Lebih dari 350 Kg
Artikel

JETOUR T2 Tunjukkan Kekuatan Struktur Bodi Jelang Mudik Lebaran, Tahan Beban Lebih dari 350 Kg

Tigor Sihombing
11 March 2026 09:56

Jakarta, Goodcar.id Menjelang musim mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan jarak jauh dan lalu lintas padat, JETOUR Indonesia menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan kendaraan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi kekuatan struktur bodi SUV andalannya, JETOUR T2, dalam acara Media Iftar yang digelar di MGP Space.

Dalam demonstrasi tersebut, struktur kendaraan diperlihatkan mampu menahan beban statis lebih dari 350 kilogram. Uji ini dilakukan untuk memperlihatkan secara langsung kekuatan konstruksi kendaraan yang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan berkendara, terutama saat perjalanan jauh seperti mudik.

Struktur Bodi Dirancang dengan Baja Berkekuatan Tinggi

Marketing Director JETOUR Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah menjelaskan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kendaraan mereka.

Menurutnya, JETOUR T2 dibangun menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque dengan komposisi sekitar 80 persen baja berkekuatan tinggi.

“Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. JETOUR T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi,” kata Ranggy.

Ia menambahkan, struktur tersebut memungkinkan kendaraan memiliki torsion rigidity hingga 31.000 Nm/degree serta kemampuan static load hingga 300 kilogram. Demonstrasi beban yang dilakukan dalam acara ini bertujuan menunjukkan bahwa klaim kekuatan tersebut benar-benar dapat dibuktikan secara nyata.

Menurut Ranggy, kekuatan struktur kendaraan menjadi faktor penting yang sering kali tidak terlihat oleh konsumen, namun memiliki peran besar dalam melindungi penumpang ketika menghadapi kondisi jalan yang tidak terduga.

Teknologi Visibilitas dan Keamanan Berkendara

Selain mengandalkan struktur bodi yang kokoh, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai teknologi keselamatan yang dirancang untuk membantu pengemudi saat berkendara.

Salah satu fitur unggulan yang disematkan adalah 540° JETOUR Surround Vision, sistem kamera yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan. Teknologi ini bahkan mampu menampilkan visualisasi sasis secara transparan sehingga pengemudi dapat melihat kondisi di bawah kendaraan.

Fitur ini dinilai sangat membantu ketika kendaraan harus bermanuver di area sempit, medan yang tidak rata, maupun saat melewati rintangan.

Tidak hanya itu, SUV ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready, yang memungkinkan kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan selama perjalanan.

Melalui fitur Wading Radar, kendaraan dapat mendeteksi kedalaman air secara real time. Sistem ini memungkinkan kendaraan melintasi genangan hingga 700 mm, sementara ground clearance 220 mm membantu mobil melewati jalan yang tidak rata atau bergelombang.

Dilengkapi Sistem ADAS Level 2

Untuk meningkatkan keselamatan berkendara, JETOUR T2 juga dibekali teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2.

Sistem ini menggunakan radar generasi kelima serta kamera generasi ketiga dari Bosch yang mampu membantu pengemudi dalam berbagai situasi berkendara.

Fitur ADAS tersebut mencakup kemampuan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, membantu mempertahankan posisi kendaraan di jalur, serta memberikan dukungan keselamatan aktif selama perjalanan.

Dengan kombinasi teknologi tersebut, kendaraan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mengurangi potensi risiko kecelakaan yang sering terjadi dalam perjalanan jarak jauh.

Tantangan Mudik di Indonesia

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menilai bahwa perjalanan mudik di Indonesia memiliki tantangan yang cukup kompleks.

Menurutnya, lonjakan jumlah kendaraan dalam waktu bersamaan menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi risiko di jalan.

“Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang,” jelas Jusri.

Ia menambahkan bahwa banyak pemudik menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer tanpa istirahat yang cukup. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.

Selain itu, kondisi jalan yang beragam—mulai dari jalan tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus—menjadi faktor lain yang harus diperhatikan.

Karena itu, menurut Jusri, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi kunci penting agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

Sebagai bentuk dukungan terhadap konsumen yang akan melakukan perjalanan mudik, JETOUR Indonesia juga menghadirkan program layanan purna jual khusus.

Salah satunya adalah Free Check-Up yang berlangsung pada 13–17 Maret 2026 di 12 showroom JETOUR di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Bekasi, Surabaya, hingga Makassar.

Program ini berlaku untuk seluruh lini produk JETOUR, mulai dari JETOUR T2 hingga model lain seperti JETOUR Dashing dan JETOUR X70 Plus.

Selain pemeriksaan gratis, perusahaan juga menghadirkan Bengkel Siaga yang akan beroperasi pada 18–24 Maret 2026 dengan jam layanan pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Melalui kombinasi teknologi keselamatan kendaraan, struktur bodi yang kuat, serta dukungan layanan purna jual, JETOUR berharap konsumen dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih percaya diri.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua