Jepang, Goodcar.id - Industri kendaraan listrik kembali mendapat kabar mengejutkan. Honda resmi menghentikan sejumlah proyek mobil listriknya, termasuk lini 0 Series yang sebelumnya sudah diumumkan. Keputusan ini muncul hanya beberapa bulan sebelum model-model tersebut direncanakan meluncur ke pasar, menandai perubahan besar dalam strategi elektrifikasi pabrikan asal Jepang tersebut.
Tak hanya itu, dampaknya juga merembet ke proyek kolaborasi dengan Sony Honda Mobility (SHM). Perusahaan patungan antara Honda dan Sony tersebut mengonfirmasi bahwa pengembangan sedan listrik Afeela 1 resmi dihentikan. Padahal, mobil ini sebelumnya sudah membuka tahap pre-order untuk pasar California sejak Januari 2025.
Strategi Elektrifikasi Honda Berubah Drastis
Dalam pernyataan resminya, Sony Honda Mobility menjelaskan bahwa keputusan ini tidak lepas dari evaluasi ulang strategi elektrifikasi Honda yang diumumkan pada 12 Maret 2026. Perubahan arah tersebut membuat sejumlah teknologi dan aset yang sebelumnya dijanjikan tidak lagi tersedia untuk mendukung pengembangan produk.
“Sejak didirikan pada September 2022, SHM bertujuan mengembangkan dan menjual produk mobilitas bernilai tambah tinggi dengan menggabungkan teknologi dan keahlian Sony dan Honda,” tulis pernyataan resmi perusahaan.
Namun situasi berubah. “Sebagai hasil dari evaluasi ulang strategi elektrifikasi Honda, SHM tidak dapat lagi memanfaatkan teknologi dan aset tertentu yang sebelumnya direncanakan. Dalam kondisi ini, kami menilai tidak ada jalur yang layak untuk membawa model ke pasar sesuai rencana awal,” lanjut pernyataan tersebut.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri proyek lanjutan berupa SUV listrik yang sebelumnya direncanakan sebagai ekspansi dari lini Afeela.
Meski proyek dihentikan, Sony Honda Mobility memastikan bahwa konsumen yang sudah melakukan pemesanan awal tidak akan dirugikan. Seluruh pelanggan yang melakukan pre-order Afeela 1 disebut akan mendapatkan pengembalian dana penuh.
Langkah ini menjadi penting mengingat proyek Afeela sempat diposisikan sebagai simbol kolaborasi teknologi otomotif dan hiburan, dengan integrasi sistem digital khas Sony yang menjadi daya tarik utama.
Namun dengan dihentikannya pengembangan, seluruh rencana tersebut kini tertunda tanpa kepastian lanjutan dalam waktu dekat.
Kerugian Besar Jadi Latar Belakang

Sebelumnya, Honda juga telah mengungkapkan potensi kerugian besar akibat strategi elektrifikasi yang berjalan tidak sesuai target. Dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan memperkirakan kerugian bisa mencapai hingga 2,5 triliun yen.
Angka ini mencerminkan tekanan besar yang dihadapi produsen otomotif global dalam mengembangkan kendaraan listrik, mulai dari biaya riset, produksi baterai, hingga tantangan pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Kondisi ini memaksa Honda untuk melakukan penyesuaian strategi, termasuk menghentikan proyek-proyek yang dinilai belum memiliki jalur bisnis yang jelas.
Industri EV Semakin Kompetitif
Langkah Honda ini terjadi di tengah persaingan ketat industri kendaraan listrik global. Banyak pabrikan terus berlomba menghadirkan model baru dengan teknologi terbaru, termasuk peningkatan jarak tempuh dan efisiensi energi.
Sebagai perbandingan, pabrikan lain seperti BMW i3 terus mengembangkan lini kendaraan listrik dengan fokus pada inovasi dan daya jelajah yang semakin panjang. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi di segmen EV tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan strategi bisnis jangka panjang.
Meski proyek Afeela 1 dihentikan, Sony Honda Mobility belum sepenuhnya menutup pintu untuk masa depan. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut akan tetap melanjutkan diskusi terkait rencana bisnis berikutnya.
Artinya, kolaborasi antara Honda dan Sony masih memiliki peluang untuk kembali muncul dalam bentuk berbeda, meski saat ini belum ada kepastian produk yang akan dikembangkan.
Situasi ini mencerminkan dinamika industri otomotif global yang terus berubah, terutama dalam transisi menuju elektrifikasi. Keputusan besar seperti penghentian proyek bukan lagi hal yang jarang terjadi, melainkan bagian dari penyesuaian strategi di tengah tekanan pasar dan biaya pengembangan yang tinggi.
Dengan dihentikannya Afeela 1 dan lini EV lainnya, Honda kini berada dalam fase evaluasi ulang untuk menentukan langkah berikutnya di era kendaraan listrik yang semakin kompetitif.