JAKARTA, GoodCar.id – GAC Group terus memperkuat kemampuan riset dan pengembangan kendaraan di tingkat global. Terbaru, GAC Wind Tunnel Laboratory resmi memperoleh EU WLTP Witness Testing Laboratory Qualification Recognition dari TÜV SÜD, perusahaan independen yang bergerak di bidang pengujian dan sertifikasi.
Pencapaian tersebut membuat GAC Wind Tunnel Laboratory menjadi laboratorium terowongan angin pertama yang dioperasikan produsen otomotif asal Tiongkok dan memperoleh pengakuan kualifikasi pengujian EU WLTP dari TÜV SÜD.
Pengakuan ini menjadi bagian penting dari upaya GAC memperkuat proses pengembangan kendaraan, terutama untuk memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional. Evaluasi dilakukan terhadap fasilitas, peralatan, kemampuan teknis, hingga sistem manajemen kualitas laboratorium.
Dalam proses evaluasinya, GAC Wind Tunnel Laboratory dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian terowongan angin berdasarkan Regulation (EU) 2023/443.
Melalui kualifikasi tersebut, fasilitas milik GAC kini memiliki kemampuan melakukan pengukuran road load menggunakan metode pengujian terowongan angin. Data dari skema witness testing ini dapat digunakan untuk mendukung proses pengajuan EU type approval bagi kendaraan yang akan dipasarkan di Eropa.
Bagi GAC, kemampuan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan pengukuran road load secara lebih mandiri pada kendaraan yang dikembangkan untuk pasar global. Pengujian dapat mencakup berbagai model dari lini GAC Trumpchi, GAC AION, hingga GAC HYPTEC.
“Pengakuan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kapabilitas teknis dan tingkat manajemen GAC Wind Tunnel Laboratory, tetapi juga menjadi bukti dari kerja sama erat kami dengan TÜV SÜD. Pengakuan ini akan memberikan dukungan kuat terhadap pengembangan riset dan pengembangan mandiri GAC serta ekspansi global dari berbagai brand GAC,” ujar Chen Long, Director of the Test and Verification Department of GAC Group's Vehicle Development Research Institute.
Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure atau WLTP merupakan prosedur pengujian yang digunakan dalam proses persetujuan tipe kendaraan ringan di Uni Eropa. Pengujian tersebut antara lain berkaitan dengan konsumsi energi, emisi, serta jarak tempuh kendaraan.
Salah satu bagian penting dalam proses pengujian adalah road load, yakni berbagai hambatan yang harus diatasi kendaraan ketika bergerak. Faktor tersebut dapat mencakup hambatan aerodinamika, hambatan gulir, hingga hambatan pada sistem penggerak.
Data road load kemudian menjadi salah satu dasar bagi pengembangan kendaraan agar dapat bekerja lebih efisien. Bagi kendaraan listrik, aspek ini semakin penting karena berhubungan langsung dengan penggunaan energi dan potensi jarak tempuh.

GAC Wind Tunnel Laboratory bukan fasilitas yang dibangun dalam waktu singkat. Pengembangannya berlangsung sekitar delapan tahun dengan luas fasilitas mencapai kurang lebih 4.500 meter persegi.
Laboratorium tersebut merupakan full vehicle wind tunnel yang mengintegrasikan pengujian aerodinamika, aeroakustik, dan termodinamika dalam satu lingkungan pengujian.
Salah satu perangkat utama yang digunakan adalah sistem kipas berdiameter 8,5 meter. Sistem tersebut mampu menghasilkan aliran udara hingga 200±0,5 km/jam. GAC juga membekali fasilitas dengan force balance beresolusi ±0,05 N serta 48-inch all wheel drive dual-motor chassis dynamometer.
Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan tim R&D GAC melakukan pengujian secara lebih terkontrol terhadap berbagai karakteristik kendaraan, mulai dari hambatan aerodinamika dan hambatan gulir hingga performa sistem penggerak.
Sejak mulai beroperasi pada Mei 2024, GAC Wind Tunnel Laboratory telah digunakan untuk menguji kendaraan produksi maupun model yang masih berada dalam tahap pengembangan. Beberapa model yang telah menjalani pengujian antara lain AION i60, AION N60, HYPTEC HL, HYPTEC A800, dan HYPTEC S600.
Pengembangan aerodinamika memiliki peran semakin besar pada kendaraan listrik. Salah satu alasannya karena hambatan udara berpengaruh terhadap kebutuhan energi kendaraan ketika melaju.
Berdasarkan data GAC, setiap penurunan 0,01 pada koefisien hambatan udara atau drag coefficient berpotensi meningkatkan jarak tempuh kendaraan sekitar 5–10 kilometer, tergantung kondisi dan konfigurasi kendaraan.
Dengan lingkungan pengujian yang tertutup dan terkontrol, tim R&D dapat menganalisis karakteristik kendaraan secara lebih presisi. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk mengoptimalkan desain, efisiensi, serta performa kendaraan.
“Bagi kami di Indonesia, pencapaian ini menunjukkan bahwa produk-produk GAC dikembangkan dengan dukungan kapabilitas riset dan pengujian yang terus berkembang di tingkat global. Hal ini menjadi fondasi penting bagi GAC dalam menghadirkan kendaraan dengan teknologi, kualitas, dan efisiensi yang dapat memberikan kepercayaan serta kenyamanan bagi konsumen Indonesia,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Penguatan kemampuan R&D tersebut turut mendukung perkembangan portofolio kendaraan GAC di Indonesia. Saat ini, GAC Indonesia menghadirkan sejumlah kendaraan listrik seperti AION V, AION UT, dan HYPTEC HT yang menyasar kebutuhan konsumen dari segmen keluarga hingga premium.
Dengan fasilitas pengujian yang semakin lengkap, GAC berupaya membangun proses pengembangan kendaraan yang lebih terintegrasi, mulai dari riset, pengujian, validasi, hingga pemenuhan persyaratan berbagai pasar internasional.
Bagi konsumen Indonesia, penguatan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari fondasi pengembangan produk yang mengedepankan teknologi dan standar global, sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Pengakuan EU WLTP terhadap GAC Wind Tunnel Laboratory pada akhirnya bukan sekadar pencapaian fasilitas R&D. Langkah tersebut menunjukkan ambisi GAC untuk memperkuat kemampuan pengembangan kendaraan secara mandiri sekaligus memperluas daya saing produknya di pasar global, termasuk Indonesia.