AS, Goodcar.id - Kasus penarikan kembali kendaraan (recall) biasanya identik dengan masalah keselamatan serius. Namun, yang terjadi pada Ferrari 12Cilindri ini sedikit berbeda. Pabrikan asal Italia tersebut justru harus menarik 80 unit mobil karena kaca jendela bawaan pabrik terlalu gelap dan tidak memenuhi standar keselamatan di Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumen resmi yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kaca belakang dan samping pada model ini tidak sesuai dengan regulasi Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS) No. 205. Aturan tersebut mengharuskan kaca kendaraan memiliki tingkat transmisi cahaya minimal 70 persen. Jika tidak terpenuhi, visibilitas pengemudi bisa terganggu dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Menariknya, masalah ini bukan berasal dari modifikasi atau penggunaan kaca film aftermarket. Ferrari menemukan isu tersebut saat melakukan inspeksi sebelum pengiriman (pre-delivery inspection). Dari hasil investigasi internal, penyebabnya mengarah pada kesalahan spesifikasi teknis untuk pasar Amerika Serikat.
Solusi yang disiapkan pun relatif sederhana. Ferrari akan mengganti seluruh kaca yang tidak sesuai standar dengan komponen baru yang telah memenuhi regulasi FMVSS. Selain itu, pabrikan juga akan mengganti biaya bagi pemilik yang sudah lebih dulu melakukan penggantian sebelum recall diumumkan secara resmi.
Ferrari menargetkan seluruh pemilik unit terdampak akan menerima pemberitahuan paling lambat 15 Mei 2026, sekaligus diminta untuk melakukan penjadwalan servis di dealer resmi.
Sudah Masuk Indonesia Sejak 2025

Di luar isu recall tersebut, keberadaan Ferrari 12Cilindri sebenarnya juga sudah terpantau di Indonesia. Sejak Maret 2025, model ini hadir secara resmi maupun dari importir umum.
Fenomena ini bukan hal baru. Konsumen di segmen high-end kerap mencari unit lebih cepat melalui jalur importir umum, terutama untuk model yang baru diluncurkan secara global.
Dengan adanya recall ini, menjadi menarik untuk dicermati apakah unit yang sudah beredar di Indonesia turut memiliki spesifikasi kaca yang sama dengan versi pasar Amerika Serikat. Pasalnya, regulasi setiap negara bisa berbeda, termasuk terkait tingkat kegelapan kaca kendaraan.
Namun secara umum, kasus ini menjadi pengingat bahwa bahkan di kelas supercar sekalipun, aspek regulasi teknis tetap menjadi hal krusial. Kesalahan kecil seperti spesifikasi kaca bisa berujung pada recall, meski tidak berkaitan langsung dengan performa atau mesin.
Bagi pemilik atau calon konsumen Ferrari 12Cilindri di Indonesia, ada baiknya melakukan pengecekan lebih lanjut, terutama jika unit yang dimiliki berasal dari pasar luar negeri.