Bogor, GoodCar.id - Selama kurang lebih empat hari menggunakan Changan Lumin, mobil listrik berukuran kompak ini memberikan impresi yang cukup positif untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Dimensinya yang ringkas menjadi salah satu nilai jual utama, terutama ketika harus menghadapi kondisi jalanan Indonesia yang tidak selalu ideal dan dipenuhi gang maupun ruas jalan sempit.
Dengan karakter bodi yang compact, Changan Lumin terasa mudah diajak bermanuver. Keluar-masuk area parkir, melintasi jalan lingkungan, hingga menghadapi gang sempit dapat dilakukan dengan lebih praktis. Ukurannya juga membuat pengemudi tidak perlu terlalu khawatir saat harus berbagi ruang dengan kendaraan lain di jalan yang sempit.

Namun, pengalaman berkendara Changan Lumin ternyata tidak hanya menarik untuk penggunaan di dalam kota.
Changan Lumin yang memiliki konsumsi energi Lumin 9,3 kWh per 100 km atau setara dengan 10,75 km/kWh ini juga digunakan harian untuk perjalanan dari Sentul (rumah) menuju Cawang melalui Tol Jagorawi, kenyamanan suspensinya masih terasa cukup baik.
Bantingan suspensi mampu meredam sebagian besar kontur jalan tanpa membuat kabin terasa terlalu keras, sehingga perjalanan di kecepatan yang lebih tinggi tetap terasa nyaman.
Salah satu hal yang cukup mengejutkan justru datang dari sisi ruang kabin. Meski tampil mungil dari luar, Changan Lumin menawarkan ruang kaki yang tergolong lega, termasuk untuk penumpang di baris kedua. Sementara itu, area penumpang depan terasa lebih lapang dan memungkinkan penumpang untuk duduk lebih santai, bahkan dengan posisi kaki yang bisa lebih selonjoran.
Untuk menunjang penggunaan sehari-hari, Changan Lumin juga sudah dibekali fasilitas fast charging. Kehadiran fitur ini tentu menjadi nilai tambah karena proses pengisian daya dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pengisian menggunakan metode konvensional. Dari sisi jarak tempuh, mobil listrik ini menawarkan klaim hingga 301 km berdasarkan standar NEDC, yang menurut saya sudah cukup untuk menunjang mobilitas dalam kota tanpa perlu terlalu sering memikirkan sisa daya baterai.
Meski demikian, masih ada beberapa catatan selama penggunaan. Posisi setir menjadi salah satunya karena belum dilengkapi pengaturan tilt maupun telescopic, sehingga posisi berkendara mungkin tidak bisa sepenuhnya disesuaikan dengan preferensi setiap pengemudi.
Layar infotainment juga terasa kurang besar untuk standar mobil listrik modern yang identik dengan tampilan digital. Selain itu, sistem pemilih transmisi model rotary masih memiliki ruang untuk pengembangan, terutama agar proses pemilihan posisi transmisi dapat terasa lebih intuitif dan praktis.
Bagi saya yang memiliki tinggi badan sekitar 173cm, Changan Lumin dengan body ringkasnya mampu memberikan karakter berkendara yang lincah, mudah dikendarai, dan cukup nyaman.