Anápolis, Brasil, GoodCar.id – Industri otomotif Brasil memasuki babak baru seiring langkah strategis Changan Automobile bersama CAOA Group dalam memperkuat komitmen jangka panjang mereka. Keduanya meresmikan lini produksi berteknologi tinggi di Anápolis sekaligus meluncurkan unit pertama CHANGAN UNI-T yang diproduksi secara lokal.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam mendorong industrialisasi otomotif berbasis teknologi tinggi serta mempercepat adopsi mobilitas ramah lingkungan di Brasil. Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Wakil Presiden Geraldo Alckmin, menandai dimulainya fase baru dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Sebagai bagian dari ekspansi strategis, Changan Automobile mengumumkan investasi baru senilai USD 950 juta atau sekitar Rp5 miliar untuk periode 2026–2028. Investasi ini melengkapi komitmen sebelumnya sebesar USD 570 juta pada periode 2023–2025.
Dengan demikian, total investasi di fasilitas Anápolis mencapai USD 1,52 miliar atau setara Rp8 miliar. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 90.000 unit kendaraan per tahun, menjadikannya salah satu pusat produksi otomotif modern di kawasan Amerika Latin.
Chairman Changan Automobile, Zhu Huarong, menegaskan bahwa Brasil merupakan bagian penting dari strategi global perusahaan.
“Brasil bukan sekadar pasar, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang kami dalam membangun masa depan industri otomotif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Peluncuran CHANGAN UNI-T menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara tim global dan lokal. SUV ini dikembangkan melalui kerja sama lebih dari 200 insinyur dari Tiongkok dan Brasil selama tiga tahun.
Model ini dibekali mesin 1.5L Turbo GDi BlueCore Flex, yang dirancang khusus untuk mendukung penggunaan bahan bakar fleksibel. Teknologi ini memungkinkan kendaraan menggunakan kombinasi etanol dan bensin dalam berbagai komposisi, sesuai dengan karakteristik pasar Brasil yang dikenal luas dengan penggunaan biofuel.
Selain itu, kendaraan ini telah melalui uji jalan sejauh 200.000 km dalam berbagai kondisi iklim di Brasil. Hal ini dilakukan untuk memastikan performa, efisiensi, serta daya tahan kendaraan sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.
Dari sisi teknologi, CHANGAN UNI-T juga dilengkapi sistem perintah suara berbahasa Portugis serta kokpit digital terhubung yang memberikan pengalaman berkendara lebih personal dan modern.
Co-President CAOA Group, Carlos Alberto de Oliveira Andrade Filho, menyebut model ini sebagai simbol potensi industri otomotif Brasil.
“UNI-T bukan hanya model baru, tetapi bukti bahwa Brasil memiliki potensi menjadi pusat global dalam rekayasa dan produksi otomotif berteknologi tinggi,” jelasnya.
Investasi besar yang dilakukan Changan Automobile dan CAOA Group tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup transformasi industri secara menyeluruh.
Pengembangan fasilitas di Anápolis difokuskan pada digitalisasi jalur produksi, peningkatan efisiensi manufaktur, serta pelatihan tenaga kerja lokal yang terampil. Langkah ini sejalan dengan program reindustrialisasi Brasil, termasuk inisiatif pemerintah dalam mendorong teknologi otomotif ramah lingkungan.
Ke depan, Changan juga berencana memanfaatkan platform Flex-Fuel dan teknologi hybrid (HEV) untuk menghadirkan lebih banyak kendaraan elektrifikasi. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok lokal sekaligus meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan di Brasil.