Tokyo, Goodcar.id — Produsen mobil listrik terbesar di dunia, BYD, mulai meluncurkan strategi penjualan baru di Jepang. Bekerja sama dengan jaringan ritel ternama AEON Group, BYD akan membuka gerai mobil listrik di sejumlah pusat perbelanjaan AEON di seluruh Jepang.
Langkah ini bukan hal asing di pasar Tiongkok, di mana showroom mobil di dalam mal atau supermarket sudah menjadi pemandangan umum. Namun di Jepang, strategi ini bisa menjadi gebrakan baru untuk menarik konsumen muda yang lebih terbiasa berbelanja di pusat ritel modern.
Harga Lebih Terjangkau, Target 30 Lokasi Penjualan
Mengutip laporan IT Home, BYD dan AEON berencana menghadirkan penjualan mobil di sekitar 30 pusat perbelanjaan besar di Jepang. Harga mobil listrik BYD di lokasi-lokasi ini disebut akan mulai dari 2 juta yen, atau sekitar Rp190 jutaan (kurs 1 yen = Rp65,9).
Menariknya, pihak AEON akan memiliki kebebasan untuk menentukan harga dan strategi promosi sendiri, termasuk kemungkinan memberi potongan harga khusus agar produk BYD bisa lebih kompetitif.
Sebagai perbandingan, BYD Dolphin, yang menjadi model paling terjangkau di Jepang saat ini, dijual dengan harga sekitar 2,99 juta yen atau Rp197 jutaan. Dengan rencana penjualan di AEON, harga entry-level BYD bisa turun cukup signifikan, membuka peluang pasar baru di segmen kendaraan listrik terjangkau.
Konsumen Dapat Poin Belanja dan Diskon Instalasi Charger
Tidak hanya soal harga, konsumen yang membeli mobil BYD di AEON juga akan mendapat poin reward “Waon”, sistem mata uang digital milik AEON Group. Poin ini bisa digunakan untuk berbelanja di jaringan ritel AEON, sehingga menciptakan integrasi antara sektor otomotif dan gaya hidup ritel.
Selain itu, pembeli juga akan mendapatkan potongan harga untuk pemasangan charger di rumah, upaya yang sejalan dengan dorongan Jepang dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik domestik.
AEON Siapkan Infrastruktur Pengisian Daya di Ratusan Lokasi
Kerja sama ini juga diperkuat oleh infrastruktur yang sudah dimiliki AEON. Hingga awal 2025, jaringan ritel tersebut telah menyediakan sekitar 2.500 unit pengisi daya kendaraan listrik di 374 lokasi di seluruh Jepang. Fasilitas ini bisa digunakan oleh pengguna mobil listrik (BEV) maupun plug-in hybrid (PHEV) yang ingin mengisi daya sambil berbelanja.
Langkah ini menunjukkan komitmen AEON dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Jepang, sekaligus memperkuat daya tarik lokasi mereka sebagai titik penjualan otomotif masa depan.
BYD Kuasai 20% Penjualan EV Impor di Jepang
Meski baru masuk pasar Jepang beberapa tahun terakhir, BYD kini sudah mencatat pangsa pasar sekitar 20% dari total penjualan EV impor di Jepang, menurut data dari Japan Automobile Importers Association (JAIA) per September lalu.
Dengan strategi penjualan melalui mal AEON, BYD tampaknya ingin memperluas jangkauan konsumennya — terutama dari kalangan keluarga muda dan pembeli yang belum terbiasa dengan model showroom konvensional.
Jika strategi ini sukses, bukan tak mungkin pendekatan serupa akan diikuti oleh merek otomotif lain yang ingin menggabungkan penjualan kendaraan dengan pengalaman ritel yang lebih modern dan dekat dengan keseharian konsumen.
Kesimpulan: Mobil Listrik Masuk Era Retailisasi
Kolaborasi antara BYD dan AEON bukan sekadar strategi jualan, tapi sinyal bahwa masa depan industri otomotif Jepang mulai bergerak ke arah retailisasi — di mana pembelian mobil bisa semudah membeli barang elektronik di pusat perbelanjaan.
Dengan harga yang semakin terjangkau dan jaringan pengisian daya yang terus berkembang, pasar mobil listrik di Jepang tampaknya akan semakin kompetitif dalam beberapa tahun ke depan.