Beranda / Artikel / Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI: “Sampah Bukan Musuh, Tapi Emas yang Belum Diolah”
Artikel

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI: “Sampah Bukan Musuh, Tapi Emas yang Belum Diolah”

Tigor Sihombing
30 September 2025 18:35

Jakarta, Goodcar.id Institut Ilmu Sosial dan Manajemen (STIAMI) lewat Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada pengolahan sampah berbasis komposter. Program ini didukung penuh oleh PT Bridgestone Tire Indonesia melalui dana CSR serta dukungan transportasi dari Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

Mengusung semangat “Sampah Bukan Musuh, Tapi Emas yang Belum Diolah”, kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat tentang sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya bernilai.

Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah

Program PKM Institut STIAMI digelar sejak Februari 2025 di RW 16 Harapan Jaya, Bekasi. Warga dibekali pelatihan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk, serta urban farming untuk memanfaatkan hasil olahan tersebut.

Untuk memperkuat program, STIAMI mengajak praktisi lingkungan RB. Sutarno, peraih Kalpataru 2020. Ia membimbing warga dalam memilah sampah organik dan anorganik, sekaligus membentuk Bank Sampah di setiap RW.

Wakil Rektor II Institut STIAMI, Dr. Hartono, menegaskan bahwa kampus tak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga wajib memberi kontribusi nyata melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Studi Banding ke Sunter Jaya

Sebagai bagian dari program, digelar pula studi banding ke Sunter Jaya, Jakarta Utara, wilayah yang sukses dalam pengelolaan sampah hingga meraih peringkat dua Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2024.

Rombongan terdiri dari 13 dosen STIAMI, mahasiswa, serta 40 warga Harapan Jaya Bekasi. Mereka belajar langsung dari tiga titik utama:

Bank Sampah Puspa Cindra Kana (PCK) yang sudah memiliki lebih dari 200 nasabah dengan aktivitas upcycling dan recycling.

RT 13 RW 01 Sunter Jaya dengan pengelolaan sampah berbasis RT, hasil penimbangan sampah digunakan untuk kegiatan warga.

Utama Composter milik RB. Sutarno, lokasi praktek pengolahan kompos, eco enzym, hingga pupuk cair.

Dukungan dari Dua Lurah

Lurah Sunter Jaya, Eka Persilian Yeluma, menegaskan keberhasilan wilayahnya tak lepas dari peran masyarakat, komunitas, hingga tokoh lingkungan seperti Sutarno dan Sri Rahayu (ketua Bank Sampah PCK).

Sementara itu, Lurah Harapan Jaya Bekasi, Mohamad Soleh, ikut mengapresiasi inisiatif STIAMI dan Bridgestone. Ia bahkan membawa 30 perwakilan Bank Sampah dari tiap RW di Harapan Jaya agar bisa belajar langsung dari keberhasilan Sunter Jaya.

“Kalau hal baik ini bisa dijalankan di Harapan Jaya, jumlah sampah ke TPA pasti berkurang,” ujar Soleh.

Sampah Jadi Sumber Daya

Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa memberi nilai tambah. Dari paving block berbahan limbah plastik, pot dari galon bekas, sampai kerajinan dari sachet kopi, semuanya diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Wakil Rektor II STIAMI, Dr. Hartono, menutup kegiatan dengan harapan agar ilmu yang diperoleh warga bisa menjadi bekal perubahan nyata.

“Institut STIAMI akan terus berupaya memberi manfaat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sampah bukan lagi musuh, tapi potensi yang bisa diolah,” pungkasnya.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua