Jakarta, Goodcar.id - PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar elektrifikasi di Indonesia. Sepanjang 2025, Toyota mencatat market share kendaraan hybrid lebih dari 50 persen, menandai pergeseran besar preferensi konsumen ke teknologi ramah lingkungan.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, mengatakan tren ini menunjukkan bahwa mobil hybrid Toyota sudah benar-benar diterima masyarakat Indonesia.
“Shifting ke hybrid sekarang sudah sangat besar. Untuk beberapa model, kontribusi hybrid bahkan mencapai 80 persen. Yaris sudah 90 persen hybrid. Artinya teknologi Toyota sudah diterima pasar,” kata Henry Tanoto.
Secara volume, Toyota masih menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional. Sepanjang tahun berjalan, penjualan Kijang Innova—baik versi konvensional maupun Zenix Hybrid—mencapai sekitar 60 ribu unit.
Sementara itu, duo low MPV Avanza dan Veloz masing-masing mencatat penjualan lebih dari 40 ribu unit, dengan Veloz Hybrid mulai menunjukkan kontribusi signifikan di segmen elektrifikasi.
“Penjualan Toyota itu rata. Kijang Innova masih kuat, Avanza dan Veloz tetap stabil, dan hybrid makin besar porsinya,” ujar Henry.
Untuk segmen elektrifikasi, Toyota kini fokus memperkuat lini hybrid sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh.
80 Persen Lini Produk Toyota Sudah Hybrid
Toyota Indonesia saat ini telah mengalihkan mayoritas portofolionya ke teknologi hybrid. Menurut Henry Tanoto, sekitar 80 persen line-up elektrifikasi Toyota kini berbasis hybrid.
Strategi ini dianggap paling realistis untuk kondisi Indonesia saat ini, karena hybrid tidak membutuhkan infrastruktur charging eksternal dan tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Di sisi ekspor, performa Toyota Indonesia juga mencetak rekor. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 298 ribu unit, dengan kontribusi sekitar 58 persen dari total produksi.
Wilayah tujuan utama meliputi Asia dan Timur Tengah, dengan ekspansi baru ke Amerika Latin.
“Ekspor kita terus tumbuh. Asia dan Timur Tengah masih dominan, tapi sekarang sudah masuk ke Amerika Latin,” jelas Henry.
Target Ekspor 2026: Venezuela, Iran, hingga Greenland
Untuk 2026, Toyota Indonesia menargetkan pasar ekspor baru yang lebih luas. Beberapa negara tujuan baru yang disiapkan antara lain Venezuela, Iran, dan Greenland.
Langkah ini menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi penting Toyota untuk pasar global.
Prebook Veloz Hybrid Tembus 4.000 Unit
Minat pasar terhadap produk hybrid Toyota juga terlihat dari pemesanan awal. Untuk Veloz Hybrid, jumlah prebook telah menembus 4.000 unit.
Angka ini menunjukkan segmen hybrid tidak lagi dianggap sebagai pasar niche, melainkan sudah menjadi pilihan utama keluarga muda dan konsumen perkotaan.
IIMS, Toyota Siapkan Produk Baru Elektrifikasi dan GR
Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS), Toyota juga menyiapkan gebrakan. Perusahaan akan meluncurkan tiga produk baru, termasuk satu model elektrifikasi dan satu produk dari lini Gazoo Racing (GR).
“Di IIMS nanti ada tiga produk baru, termasuk elektrifikasi dan satu dari GR,” tutup Henry.