Beranda / Artikel / Rencana Pabrik Chery di Indonesia Masih Jauh, Lahan Belum Dicari
Artikel

Rencana Pabrik Chery di Indonesia Masih Jauh, Lahan Belum Dicari

Tigor Sihombing
18 September 2025 12:17

Jakarta, Goodcar.id – Rencana pembangunan pabrik Chery di Indonesia tampaknya masih jauh dari realisasi. Hingga saat ini, produsen mobil asal Tiongkok itu bahkan belum melakukan proses pencarian lahan untuk lokasi pabrik baru.

Chery Indonesia menegaskan bahwa dalam waktu dekat, mereka memang belum memiliki rencana konkret untuk mendirikan fasilitas produksi mandiri. Hal ini diungkapkan langsung oleh Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia (CSI), Rifkie Setiawan.

“Pabrik mandiri saat ini masih tim headquarter yang melakukan studi. Mereka yang memperhitungkan konsep pabrik. Untuk beli tanah belum, karena kita masih mempelajari,” ujar Rifkie saat ditemui di Karawang, Jawa Barat.

Chery Anggap Pabrik Handal Seperti Pabriknya

Untuk saat ini, Chery masih mengandalkan sistem perakitan completely knocked down (CKD) di fasilitas mitra mereka, Handal Indonesia di Bekasi. Dari pabrik tersebut, Chery mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dengan kapasitas sekitar 2.000–3.000 unit per bulan.

Menurut Rifkie, keberadaan fasilitas ini sudah dilengkapi proses penting seperti welding dan pengecatan. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa Chery serius dalam mendukung aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau bicara pabrik, Handal itu juga bisa dibilang pabrik kita. Karena investasi kita di sana tidak kecil, mulai dari instalasi peralatan welding, pengecatan, hingga lini perakitan. TKDN kita sudah 40%,” jelas Rifkie.

Dengan kondisi tersebut, Chery menilai bahwa pendirian pabrik baru bukan semata-mata ditentukan oleh jumlah dealer atau penetrasi pasar. Keputusan strategis ini, kata Rifkie, sepenuhnya akan mengikuti hasil studi yang sedang dilakukan oleh kantor pusat Chery di Tiongkok.

Menunggu Kepastian Kebijakan

Selain soal pabrik, Rifkie juga menyinggung kebijakan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik yang disebut-sebut akan berakhir pada Desember 2025. Menurutnya, pihak Chery memahami penuh keputusan pemerintah yang didasari kajian mendalam dan studi kelayakan.

“Artinya semua yang dilakukan pemerintah kan sudah melalui studi kelayakan. Jika nantinya subsidi disetop atau dialokasikan ke sektor lain, Chery ikut saja,” kata Rifkie.

Selain itu ia juga menegaskan pihaknya tidak hanya mengandalkan segmen mobil listrik murni (EV). Produsen ini juga aktif mengembangkan teknologi Super Hybrid serta memperkenalkan line up kendaraan dengan berbagai pilihan powertrain.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua