Beranda / Artikel / Pabrik Mobil Changan Mampu Produksi 1 Unit per 53 Detik, Andalkan Teknologi AI dan 5G
Artikel

Pabrik Mobil Changan Mampu Produksi 1 Unit per 53 Detik, Andalkan Teknologi AI dan 5G

Tigor Sihombing
28 October 2025 10:30

Chongqing, Goodcar.id  Goodcar.id diberi kesempatan untuk mengujungi pabrik Changan Automobile di Chongqing, China. Fasilitas produksi supercanggih yang dijuluki Changan Digital Intelligent Factory ini dikenal sebagai pabrik otomotif berbasis 5G terbesar di dunia, sekaligus fasilitas pertama yang sepenuhnya dikendalikan oleh sistem kecerdasan buatan (AI).

Kecepatan produksinya menghasilkan satu unit mobil setiap 52 detik. Dalam sehari, kapasitas produksinya bisa mencapai sekitar 1.400 unit, bahkan mampu menampung hingga 1.600 unit per hari dalam kondisi puncak. Jika dihitung secara tahunan, pabrik ini sanggup menghasilkan sekitar 280.000 unit mobil per tahun. Artinya, kapasitas produksinya sekitar 23.333 unit per bulan, atau setara 23 ribu unit per bulan secara rata-rata.

“Kecepatan dan efisiensi pabrik Changan menjadi bukti nyata kemampuan teknologi manufaktur otomotif modern asal Tiongkok. Kami melihat bagaimana AI dan sistem digitalisasi penuh mengubah cara industri ini bekerja,” ujar Setiawan Surya, Chief Executive Officer Changan Indonesia.

Pabrik Otomotif 5G Terpintar di Dunia

Pabrik Changan diklaim juga susdah menerapkan 16 teknologi pintar berbasis digitalisasi, mulai dari sistem perakitan otomatis, kontrol kualitas berbasis kamera AI, hingga simulasi real-time untuk setiap komponen kendaraan.

Pendekatan berbasis AI ini diklaim mampu menekan biaya produksi hingga 20% dan meningkatkan efisiensi sebesar 20% dalam hal pengujian software, perakitan baterai, hingga proses die-casting aluminium.

Dengan sistem digital yang saling terhubung, setiap mobil yang keluar dari pabrik dapat dilacak secara presisi dari tahap perakitan hingga pengujian akhir. Proses ini memastikan tingkat kesalahan manufaktur mendekati nol, sesuatu yang sulit dicapai oleh pabrik konvensional.

Ramah Lingkungan dengan Energi Surya

Selain efisiensi, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama Changan. Atap pabrik seluas 260.000 meter persegi ini dipenuhi panel surya berkapasitas 36 megawatt, yang mampu memenuhi 19% kebutuhan listrik pabrik. Langkah ini membantu mengurangi emisi karbon secara signifikan dan mendukung visi Changan menuju emisi nol bersih (net zero) di masa depan.

Bicara soal baterai. Changan juga agresif mengembangkan baterai kendaraan listrik (EV). Saat ini, mereka menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NMC (Nickel Manganese Cobalt) hasil kolaborasi dengan dua raksasa industri baterai dunia, CATL dan CALB.

Kedua tipe baterai ini dikenal lebih aman terhadap panas berlebih, memiliki umur pakai panjang, serta pengisian cepat dan minim perawatan. Bahkan, baterai sejenis juga digunakan oleh merek global seperti BMW dan Tesla.

Ke depan, Changan tengah menyiapkan Golden Shield Battery, teknologi baterai solid-state generasi baru yang diklaim lebih aman dan efisien. Inovasi ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam masa depan kendaraan listrik global.

5% Pendapatan untuk R&D

Untuk menopang inovasi, Changan mengalokasikan 5% dari total pendapatan penjualan setiap tahun untuk kegiatan riset dan pengembangan (R&D). Saat ini, mereka memiliki 16 pusat riset dan pengembangan, 17 perusahaan teknologi, serta 180 laboratorium di 6 negara.

Mereka mengklaim memiliki  lebih dari 100 orang pekerja pakar AI dan 1.000 spesialis orang tenaga kerja yang terlibat dalam sistem riset terintegrasi Changan. Perusahaan ini juga telah memegang lebih dari 400 paten energi terbarukan serta 580 paten lain yang sedang diproses.

“Pabrik ini tidak hanya menunjukkan kemampuan produksi cepat, tapi juga filosofi Changan dalam membangun masa depan otomotif yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” tambah Setiawan Surya.

Changan Digital Intelligent Factory menjadi contoh nyata bagaimana AI, big data, dan jaringan 5G merevolusi cara mobil dibuat. 

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua