Beranda / Artikel / Hino Pasok 10.000 Truk untuk Kopdes Merah Putih, Produksi Nasional Ditingkatkan Bertahap
Artikel

Hino Pasok 10.000 Truk untuk Kopdes Merah Putih, Produksi Nasional Ditingkatkan Bertahap

Tigor Sihombing
01 March 2026 09:04

Jakarta, Goodcar.id – Penjualan truk Hino kini melonjak tajam. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengakui berdampak pada masa tunggu pembelian unit untuk konsumen retail meningkat signifikan setelah perusahaan memfokuskan kapasitas produksi pada pengadaan 10.000 unit truk ringan untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Biasanya, konsumen hanya menunggu satu hingga dua bulan. Namun sekarang, durasinya bisa mencapai empat hingga lima bulan.

"Waktu tunggunya jadi lebih lama. Mungkin bisa 4-5 bulan (inden), biasanya satu sampai dua bulan," kata Wibowo Santoso, Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head HMSI, kepada media  di dealer Hino, Wisma Indomobil Jakarta Timur, Jumat (27/2/2028).

Produksi Difokuskan ke Program Pemerintah

HMSI menegaskan bahwa lonjakan inden truk Hino terjadi karena perusahaan mendukung program strategis pemerintah melalui pengadaan kendaraan niaga untuk Kopdes Merah Putih.

Model yang diminta adalah light duty truck (LDT) roda enam penggerak 4x2 tipe 136HD. Unit ini diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan proyek tersebut.

Menurut Wibowo, peningkatan produksi dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Pabrikan harus menyiapkan rantai pasok secara bertahap.

"Terus terang untuk naik sekonyong-konyong itu butuh waktu gradually. Delivery pelan-pelan. Untuk kami memaksimalkan total kapasitas produksi itu kita harus persiapkan bahan baku, kita punya supplier-supplier," jelasnya.

Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kesiapan supplier, ketersediaan bahan baku, rekrutmen sumber daya manusia, serta optimalisasi kapasitas lini produksi.

Kebutuhan Agrinas Capai 80 Ribu Unit LDT

Program ini digarap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang membutuhkan sekitar 80.000 unit light duty truck sepanjang 2026.

Dari sisi produksi dalam negeri, total kapasitas maksimal pabrikan lokal hanya mampu memasok 45.000 unit. Rinciannya:

  • Mitsubishi Fuso: 20.600 unit
  • Foton Aumark: 13.500 unit
  • Hino: 10.000 unit
  • Isuzu: 900 unit

Dengan angka tersebut, kekurangan pasokan akhirnya dipenuhi melalui jalur impor.

Impor 35 Ribu Truk dari India

Agrinas memutuskan mengimpor 35.000 unit truk Ultra T.7 dari Tata Motors untuk melengkapi kebutuhan Kopdes Merah Putih.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya telah membuka tender kepada berbagai produsen kendaraan niaga dalam negeri sebelum memutuskan impor.

“Klarifikasi terkait isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan kepada produsen lokal, itu tidak benar. Dalam bisnis, wajar jika tidak terjadi kesepakatan,” ujar Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurut Joao, persoalan utama terletak pada harga dan kapasitas produksi. Agrinas membeli dalam jumlah besar dengan skema bulk, namun sejumlah produsen tetap menawarkan harga seperti pasar reguler.

“Seharusnya, kami diberikan harga lebih ekonomis dan efektif sesuai anggaran. Namun, hingga akhir, sebagian besar produsen lokal tetap menghitung harga per unit seperti di pasar reguler, jadi menurut saya tidak fair,” jelasnya.

Total Impor 105 Ribu Unit Pikap dan Truk

Secara keseluruhan, Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga dalam kondisi completely built up (CBU) dari India.

Rinciannya meliputi:

35.000 unit pikap Scorpio dari Mahindra

35.000 unit Tata Yodha Pick Up

35.000 unit truk Ultra T.7 dari Tata Motors

Langkah ini diklaim mampu menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun dibandingkan skema lain yang ditawarkan.

Dampak ke Konsumen Retail

Di tengah fokus besar pada proyek Kopdes Merah Putih, HMSI memastikan produksi tetap berjalan, namun distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan prioritas proyek nasional.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua