Beranda / Artikel / 5 Aplikasi Charging Mobil Listrik di Indonesia: Mana yang Paling Praktis Buat Pengguna EV?
Artikel

5 Aplikasi Charging Mobil Listrik di Indonesia: Mana yang Paling Praktis Buat Pengguna EV?

Tigor Sihombing
29 September 2025 10:44

Jakarta, Goodcar.id – Mungkin saat ini kamu masih bingung dalam memlih aplikasi charging mobil listrik? Karena pilihannya mulai beragam. Hal ini lantaran pertumbuhan mobil listrik di Indonesia terus meningkat seiring hadirnya model-model baru dengan harga yang makin kompetitif.

Selai itu tantangan terbesar pengguna kendaraan listrik (EV) tetap ada pada infrastruktur pengisian daya. Kehadiran aplikasi charging menjadi salah satu solusi agar pengguna lebih mudah mencari, mengakses, dan mengatur pengisian baterai.

Saat ini, ada beberapa aplikasi charging mobil listrik di Indonesia yang bisa dipakai, baik yang dikelola oleh PLN maupun pihak swasta. Berikut ulasannya.

1. Charge.IN (PLN)

Charge.IN adalah aplikasi resmi milik PT PLN (Persero) yang sejak awal memang ditujukan khusus untuk pengguna kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).

Lewat aplikasi ini, pengguna bisa menemukan lokasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terdekat. Aplikasi charging mobil listrik ini juga bisa melihat estimasi waktu pengisian dan mengontrol proses charging langsung dari ponsel.

Charge.IN sempat jadi aplikasi utama PLN untuk sektor kendaraan listrik, meski belakangan beberapa fiturnya mulai diintegrasikan ke PLN Mobile. Namun, aplikasi ini masih relevan untuk pengguna yang ingin fokus hanya pada urusan charging tanpa distraksi layanan lain.

2. Casion

Berikutnya ada Casion, aplikasi buatan startup lokal yang menyediakan jaringan pengisian daya EV di Indonesia. Casion dilengkapi produk bernama CASPASS, semacam sistem pembayaran digital yang memudahkan pengguna ketika melakukan transaksi di stasiun pengisian.

Fitur unggulannya meliputi:

Pencarian stasiun pengisian dengan detail lokasi presisi.

Pemantauan status pengisian secara real-time.

Sistem pembayaran langsung dari aplikasi.

Casion mencoba menghadirkan ekosistem EV yang lebih terintegrasi dengan konsep “super app” untuk kendaraan listrik, meski cakupannya masih terbatas di kota-kota besar.

3. Voltron

Voltron adalah aplikasi EV charging yang juga dikembangkan di Indonesia. Fokus utamanya sama, yaitu memudahkan pengguna menemukan SPKLU terdekat sekaligus mengontrol sesi pengisian daya.

Dari sisi tampilan, Voltron dibuat sederhana dengan tujuan agar mudah digunakan, baik untuk pengguna baru maupun yang sudah terbiasa dengan mobil listrik. Voltron mulai tersedia di App Store dan bisa menjadi alternatif bagi pengguna iPhone yang membutuhkan aplikasi charging praktis.

4. PLN Mobile

Berbeda dengan Charge.IN, PLN Mobile adalah aplikasi serba bisa milik PLN yang awalnya dikhususkan untuk urusan rumah tangga seperti cek tagihan listrik, beli token, tambah daya, hingga lapor gangguan.

Namun, kini PLN Mobile telah dilengkapi modul EV, sehingga pengguna bisa mencari SPKLU dan memulai sesi charging dari aplikasi yang sama.

Perbedaan utamanya dengan Charge.IN ada pada skala:

Charge.IN → khusus untuk EV.

PLN Mobile → all-in-one, mencakup urusan listrik rumah tangga sekaligus charging mobil listrik.

Bagi pengguna yang lebih suka satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan, PLN Mobile jelas lebih praktis.

5. Cazgo

Terakhir, ada Cazgo, sebuah platform charging lokal/nasional yang juga disiapkan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Meski masih dalam tahap pengembangan jaringan, Cazgo menargetkan bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang infrastruktur charging, baik untuk mobil listrik pribadi maupun armada komersial.

Mana yang Paling Cocok?

Kalau ingin fokus ke mobil listrik saja, Charge.IN atau Voltron bisa jadi pilihan.

Kalau butuh praktis dan all-in-one, PLN Mobile lebih unggul.

Casion dan Cazgo menawarkan alternatif dengan ekosistem yang lebih fleksibel, terutama untuk pengguna yang ingin mencoba layanan di luar PLN.

Meski jumlah aplikasi semakin banyak, tantangan utama tetap pada jumlah SPKLU yang masih terbatas dan belum merata di seluruh Indonesia. Aplikasi memang membantu, tetapi jika titik pengisian belum tersebar luas, pengguna tetap harus merencanakan perjalanan dengan cermat.

Di sisi lain, PLN bersama swasta terus memperluas jaringan pengisian daya, termasuk fast charging di kota-kota besar. Dengan dukungan aplikasi ini, pengalaman berkendara mobil listrik diharapkan semakin nyaman dan minim hambatan.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua